Hurray! trip perdana berdua after honeymoon trip terealiasikan juga ![]()
Setelah bolak balik merencanakan destinasi yg akan dituju, akhirnya saya dan Gandi sepakat untuk berpetualang ke Batu Karas & Green Canyon. Kenapa kedua tempat itu? Karena kita penasaran! (jawaban ga penting)
Berangkat. Sesuai rencana, kami berangkat pada kamis malam sepulang kerja dari kantor masing2. Saya dari Karawaci while Gandi dari Ragunan, lalu janjian di Kampung Rambutan.
Waktu sudah menunjukkan isya saat kami sampai di terminal Kampung Rambutan. Setelah shalat, kami pun mencari bus yang menuju Pangandaran. Sayang sekali bus Perkasa Jaya yang (katanya) terakhir berangkat ternyata sudah penuh. Agak gempor juga yee kalau harus berdiri. Ogah. (¬_¬”
. Setelah mengadakan obrolan singkat dengan kernetnya, si bapak menyarankan agar kita naek bus Budiman dulu aja sampai Banjar. Turun di terminal Banjar lalu menyambung bus lagi ke Pangandaran.
Ya sudah, kalau itu pilihannya kita ikuti aja. Ngga berapa lama, muncul bus Merdeka jurusan Jakarta-Pangandaran. Ternyata masih ada bus ke Pangandaran. AC pula. Rp 120.000,- berdua. Wuih, seneng banget deh pokoknya. Buru-buru kami naik biar kebagian kursi, karena ternyata banyak juga penumpang tujuan Pangandaran. Bus pun berangkat tepat pukul 20.38 wib.
Dasar emang nasib, busnya mogok di tol Cikarang Barat cyiin. Dan para penumpang dipaksa menunggu kernetnya benerin persneling yang rusak. Well, we have to wait for two hours sampai akhirnya ada bus gantinya. Bus pengganti yang dijanjikan kosong ternyata non AC, sudah terisi penumpang pula. Ya sudah mau gimana lagi, masa mau nginep di tol. We’re lucky dapat duduk, meski paling ujung belakang, kaki agak dilipat krn jarak antara kaki dan kursi di depannya sempit banget LOL.
Seharusnya sampai di Pangandaran pagi hari, tapi gara-gara bus mogok kita baru sampai jam 10.30 wib. Rencana yang tersusun agak sedikit berantakan, tapi jalani sajalah
. Setelah bersih-bersih, kami memutuskan untuk mencari makan di sekitaran terminal Pangandaran, sambil tanya-tanya kendaraan umum ke Batu Karas. Berhubung hari itu hari Jum’at, maka saya menunggu Gandi shalat Jum’at dulu, baru kemudian kita berangkat ke Cijulang untuk kemudian nyambung ke Batu Karas.
Ada bus 3/4 yang menghubungkan Pangandaran dan Cijulang. Saya agak lupa persisnya berapa lama waktu tempuh dari terminal pangandaran ke terminal Cijulang, yang jelas ngga sampai 2 jam
. Ongkosnya Rp 10.000,- berdua. Dari terminal Cijulang kita nyambung ojek ke Batu Karas. Awalnya ditawari Rp.15.000,- per orang. Tapi jadinya fix Rp 20.000,- sampai pantai Batu Karas. Dan ternyata perjalanan yang ditempuh cukup jauh. Akhirnya ongkos kami tambah jadi Rp 25.000,- Buat apa nawar coba hahaha…
Batu Karas. My first impression ketika sampai : sepi ya…

Mungkin karena tempatnya terpencil dan tidak ada akses kendaraan umum yang menuju kesana. Atau mungkin karena saya datang di hari jum’at? hahahaha… Satu yang pasti, Batu Karas merupakan surfing spot yang oke. Ombaknya bagus. Ada pantai yang landai diantara karang-karang. Saya cukup menikmati suasana pantai. Duduk-duduk sambil makan rujak bebek, (well, agak ngga matching sih hehehe…
sementara Gandi sibuk berfoto ria.
Agak sore, kami mulai mencari penginapan. Ngiler banget sama penginapan di sekitar pantai, tapi sayang semua fully booked. Niat kita dari awal emang langsung cari penginapan on the spot sih. Jadi sejak awal sudah aware akan seperti ini *ngeles*. Akhirnya ada penduduk lokal yang menawari kami penginapan homestay di rumah penduduk. sesuai perjanjian kami lihat dulu tempatnya, jadi atau tidaknya diputuskan nanti. Rata-rata sudah penuh. Ada satu homestay yang masih kosong. Letaknya agak ke dalam. Jaraknya sekitar 300 meter dari pantai. Harga yang ditawarkan Rp 250.000,-. Lumayan juga ya, karena kami hanya berdua. Setelah di cek pantes aja harganya segitu. Isinya 2 tempat tidur plus 1 kasur besar dan kamar mandi dalam. 10 orang juga cukup tidur disitu LOL. Gandi tawar Rp 150.000,- ownernya setuju. Baik banget deh ibunya, besok kita bebas mau ‘check out’ kapan aja ![]()
Setelah beristirahat selama satu jam *efek pegal duduk di bus* kami berkeliling di pantai dan daerah sekitar. Oh iya, disini (dan sepanjang jalan Pangandaran – Cijulang) banyak terdapat jalur evakuasi sebagai antisipasi tsunami. Tsunami beberapa tahun yang lalu cukup menghancurkan roda pariwisata Pangandaran dan sekitarnya. Setelah makan malam yang cukup murah, kami bersiap untuk beristirahat.


*sunrise*
Sabtu pagi masih dihabiskan di sekitaran pantai. Setelah Gandi puas berfoto-foto, kami singgah di warung kecil untuk sarapan pisang goreng dan bala-bala. Si ibu ngajak saya ngobrol. Tanya asalnya dari mana, selain Batu karas mau pergi kemana lagi, etc. Yang jelas selama perbincangan Gandi bengong karena ngga ngerti bahasa sunda. Setiap Gandi ngomong bahasa Indonesia, si ibu membalas dengan bahas sunda hahahaha =)). Karena kami bilang mau ke Green Canyon, si ibu menawarkan untuk menyewa motor milik suaminya. Seharian Rp 50.000,-. Lebih murah dikitlah sama di penyewaan sebelah ![]()
Nama aslinya Cukang Taneuh. Tapi sekarang ini lebih terkenal dengan nama Green Canyon. Jarak antara Batu Karas ke Green Canyon ngga terlalu jauh. Sepanjang jalannya pun sepi dan rindang. Kami sampai di Green Canyon sekitar jam 9 kurang. Harga tiket satu perahu Rp 75.000,- per 15-20 menit. Satu perahu hanya boleh di naiki maksimum 5 orang. Kami kebagian nomor 264, dan perahu yang baru dipanggil sampai nomor 112 hahahaha.. Ckckck, jam 9 pagi antriannya udah sampe nomor 250an. Ya sudah, akhirnya kita memutuskan buat makan pecel dan es kelapa dulu di warung makan seberang jalan ![]()

Rasa-rasanya sih kami menghabiskan waktu cukup lama di tempat makan. Tapi pas balik lagi itu antrian baru beranjak 10 perahu -_-’. daripada BT nunggu, mending jalan dulu ke tempat wisata lain: Pantai Batu Hiu.
Jarak Green Canyon – Batu Hiu sekitar 5 km. Karcis masuk ke kawasan pantai Batu Hiu Rp 10.000,- berdua. Tidak banyak yang saya lakukan di sana. Hanya melihat-lihat saja. Ombaknya guede benerrrr. Agak-agak horror ah buat main air *penakut*


*Hiiii... ada penampakan*
Balik lagi ke Green Canyon, masih aja itu antrian belum beres hahahaha… =)). Yah setidaknya udah jauuuuuh berkuranglah dibanding tadi. Loket tiket sampai di tutup segala karena sudah terlalu banyak pengunjung yang mengantri perahu.
Akhirnya nomor 264 dipanggil. Yay! We’re ready to swim *padahal ga bisa renang*. Sayang banget kalau Green Canyon tapi ngga extend, bermain-main menyusuri hulu sungainya sampai ke tebing (CMIW?) yang dinamakan Pemandian Putri. Harga yang harus kami bayar ke tukang perahu merangkap guidenya sebesar Rp 100.000,-. Dari info yang kami baca biasanya harga yang ditawarkan sekitar Rp 75.000,-. Kok lebih mahal? Malah awalnya si abangnya nawarin Rp 150.000,-. Gile aje. Alasannya karena saat itu pengunjung sedang ramai. Ya sudahlah, no big deal karena Worthed banget!!!
OsW4FKodw/TfXszidqSWI/AAAAAAAABLo/ftVIJRgMx28/s640/2.jpg" alt="" width="640" height="240" />

*Di sungai juga bisa traffic*



Pulang. Setelah puas bermain air, saatnya kembali ke penginapan untuk packing dan pulang ke Tangerang. Seperti biasa ojek jadi andalan utama dari Batu Karas sampai Terminal Cijulang. Kami membayar sekitar Rp.30.000,- berdua karena jalannya memutar, beda dari jalan waktu berangkat. Sampai terminal bus terakhir ke Pangandaran sudah berangkat. Yeah, a lil bit late. Kita sampai situ jam 3 lewat sih. Tapi masih ada angkutan pedesaan, meski jalannya lebih pelan. Waktu itu ongkosnya Rp 20.000,- berdua.
Sampai terminal Pangandaran, tanya ke pool bus Budiman ternyata ada yang langsung menuju Tangerang. Harga karcisnya Rp 120.000,- berdua. Siip deh. Bus berangkat jam 6 sore.
Mhh, mungkin saya dan Gandi emang ngga ‘berteman baik’ sama bus Pangandaran kali ya.. Bus pulang ini juga ngga beda jauh kaya waktu berangkat. Kita dipindah ke bus yang jurusan Serang. Bedanya pindah dari yang non-AC ke AC hehehe… Kejadian aneh lagi, ketika di sekitaran Ciamis, kaca bus sebelah kiri di lempar batu sama orang iseng. Bolongnya besar. Angin yang masuk masih terasa kencang meski sudah ditutup sebisanya. Untung saya duduk di paling belakang ![]()
Sekitar jam 04.30 wib kami turun di Cikokol, Tangerang. Dari situ langsung naik angkot menuju Karawaci. Sampai rumah pas adzan shubuh. Setelah shalat, tidur pun dilanjutkan lagi ![]()








yeay!!! akhirnya terposting juga..deuh..mesranya euy *kedip2 & mupeng ;p
Buat Restu and Gandhi,,aku do’ain mg bahagia selalu dan langgeng terus ya
Amiin.. Makasih ya Ita
Iya nih, utang postingannya baru terbayar hehehe…
waah mantap nih laporan pandangan matanya ke grand canyon.
udah lama pengen kesini, cuma belum tahu caranya
thanks for sharing
Kalau seneng jalan2 wajib kesana. Ga susah kok aksesnya. Tapi disarankan jangan hari libur besar, bisa2 lama nunggu antriannya
)
hahh.. bikin iri aja!
Emmm.. Emang bikin postingan ini biar lu iri hohoho.. Next trip : karjaw >
Aku belom kesampaian kesini nih
Ayoo ajak abangnya ke Green Canyon ;D
mbak restu…mau tnya nih…renc kita berdua mau ke citumang cm mo nginap didaerah batu karas…susah gk cari penginapan daerah sna?soalnya aku cb search penginapan disana.tnyata no telp yg tertera gkbs di hub deh..kl cr homestay dadakan disana gampang gk??makasih infonya…salam kenal…dilis
Sebagai suami yang baik, saya coba bantu istri saya menjawab pertanyaan mba dils: Ada beberapa hotel/penginapan di pinggir pantai, tapi harus booking jauh2 hari, seperti Hotel Teratai (0816623372), Bonsai Bungalows(+622657093199), dan lainnya yang kebetulan saya tidak catat (atau lupa naruh catatannya dimana) No teleponnya :p Kalau mau homestay di rumah penduduk juga bisa,tanya2 aja sama orang sana. Atau kalo kamu bawa kendaraan pribadi (Mobil misalnya) bisa menginap di penginapan yang lebih jauh (1-2Km dari pantai). Ada Banyak, Gak perlu takut kehabisan