Sepulangnya suami dari dinas luar kota, saya dikejutkan dengan sebuah paket darinya yang berisikan kain nan cantik. Namanya kain kerawang. Uhm, sejujurnya saya baru tau kalau ada kain bernama kerawang. Setelah browsing sana-sini, ternyata kain kerawang bukan dari Karawang merupakan kain tradisional khas dari Gorontalo. Kata kerawang sendiri berasal dari bahasa Gorontalo “karawo” atau “mokarawo”, yang berarti sulaman dengan tangan.
Apakah proses pembuatannya seperti kain batik ? Tentu tidak. Ada tahapan-tahapannya. Pertama, dibuat dulu desain sulaman yang diinginkan di kertas milimeter blok. Lalu, kain dipotong sesuai ukuran. Tidak lupa lapisan kain dibuka benang-benangnya untuk ruang sulaman. Ukurannya sesuai dengan jenis kain yang dipakai dan besar motifnya. Baru kemudian kain disulam. Well, bisa dibilang proses pembuatannya cukup memakan waktu, mulai dari satu minggu untuk proses menyulam motif yang sederhana, sampai dengan satu bulan untuk motif sulaman yang lebih rumit.
Karena proses pembuatannya yang cukup rumit, nggak heran kalau harga kain kerawang bisa bikin kaget orang yang mau beli (termasuk si hubby lol) . Berdasarkan pengalaman Gandi, kain dengan motif sederhana dijual mulai dari Rp 250.000,-.
Oh iya, bagi yang akan berkunjung ke Gorontalo dan berniat membeli kain kerawang, bisa dibeli di Toko Kembang Indah Kerawang di Jalan Raja Eyato No.29, Kota Gorontalo. Toko ini menjual kerajinan khas Gorontalo dengan spesifikasi kain kerawang. *ini bukan iklan*.
Eh eh, Gandi berbaik hati loh memfoto display manekin untuk di simpan di blog ini hehehe…
* kain yang dijual sudah disertai dengan gambar baju *
Dari sekian banyak motif dan warna akhirnya dia memilihkan yang ini :
Baiklah temans, mari kita menjahit baju baru. Yah, meski harus menunggu sampai perut mengecil dulu (_ _)’
–
Info mengenai kerajinan kain kerawang saya baca di sini dan di sini.








kyaaaa ~ lucukkk warnanyaaa ~
bang gandi, aku mau juga doonnnnggg. * dikeplak* :p
Request langsung ke orangnya gih
)